Jumat, 10 April 2009

MEMILIH

Ketika Aku berjalan, kutemukan persimpangan jalan. Ku tahu, Ku tak sanggup, Ku tahu Ku tak mampu ke mana Ku harus berjalan. Apakah ke kanan, ataukah ke kiri, ataukah ke depan, atau ku harus kembali. Saat ini, Aku seperti orang buta. Melihat tapi tidak mengetahui yang ada di depanku. Akalku pun tak mampu berpikir. Apakah Aku tidak sedang berpikir sekarang. Berpikir kemana Aku harus berjalan. Apa yang harus kulakukan ? Ku tak tahu, Aku bingung, siapa yang akan membantuku. Aku sendiri di jalan ini, karena ini jalanku. Tak ada siapa-siapa di jalan ini kecuali Aku
Ke mana Aku harus bertanya ? Oh ya, Aku bertanya pada diriku sendiri saja. Ku keluarkan diriku dari dalam diriku. Lalu Aku bertanya ke padanya,”Diriku keluarlah Aku mau bertanya, kemanakah Aku harus berjalan? apakah Aku harus ke kanan, ataukah ke kiri, ataukah ke depan, atau ku harus kembali?”
Diriku pun keluar. Dia hanya tersenyum memandangku lalu mulai berkata,” Diriku, mengapa engkau bertanya kepadaku ? jika engkau tahu diriku adalah dirimu, aku pun tak tahu jawaban dari pertanyaanmu itu.”
Aku berkata ,”Bukankah kau tahu tentang semua hal. Bahkan engkau lebih tahu tentang diriku.”
Dia tersenyum lagi dan berkata,”Aku tahu semua hal tentang dirimu, tapi Aku tak tahu jawaban dari pertanyaanmu. Kau bertanya ke kanan, ataukah ke kiri, ataukah ke depan, atau harus kembali. Ya Aku tak tahu.... Tapi Aku tahu apa yang mesti kamu lakukan. Sekarang tersenyumlah seperti halnya diriku. Nah, engkau sudah tersenyum artinya engkau sudah dapat menjawab dari pertanyaanmu sendiri.”
Aku jadi bingung, apa artinya ya..
Dia tersenyum lagi dan berkata,”Diriku, janganlah bingung. Aku memang tak tahu jawaban dari pertanyaanmu. Tapi Aku hanya bisa berkata kepada satu hal, ingatlah tujuanmu. Apa yang hendak kau cari, atau kau temui, atau kemana tujuanmu. Karena engkau ada di sini karena ada tujuannya. Dan sekarang engkau ada di persimpangan, ingatlah tujuanmu. Karena yang terberat dalam hidup ini adalah MEMILIH.
Aku berkata,”Terima kasih Aku, diriku sekarang tahu apa yang seharusnya kulakukan. Aku akan jalan ke depan saja walaupun Aku tak tahu apa yang ada di depanku. Mungkin Aku bisa saja memilih jalan ke kanan atau kekiri. Aku sama saja tak tahu jalan mana yang harus kupilih. Ini adalah jalanku, aku akan menghadapi semua resiko yang akan terjadi. Karena didepan sana ada tantangan yang harus ku hadapai, sama halnya jalan ke kanan atau ke kiri, semua ada resikonya. Baiklah diriku, terimakasih sudah membantuku, sekarang kembalilah kedalam diriku. Ya, aku tahu tujuanku jadi kembalilah, nanti jika Aku bingung, keluarlah untuk membantuku.”
Aku tersenyum dan berkata,”Baiklah Aku,Aku kembali kedalam. Panggilah diriku kapan pun kau mau.”
Ku lanjutkan perjalananku, walaupun Aku tak tahu yang ada di depanku. Yang ku pegang hanyalah tujuanku mengapa saat ini Aku berjalan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar