Kamis, 30 April 2009

Teka-Teki Sang Raja

Sang Raja akan mengadakan pesta nanti malam. Raja ingin mengundang rakyatnya sebanyak mungkin. Tetapi, ia tidak bisa mengundang semua rakyatnya, karena tempatnya terbatas. Karena itu, Raja membuat teka-teki sebagai syarat untuk dapat datang di pestanya. Raja kemudian mengumpulkan semua rakyatnya di halaman istana.
Semuanya takut dan bingung, karena tidak biasanya Raja mengundang semua rakyatnya.
Raja kemudian mengambil mikrofon dan mulai berbicara.
Raja :”Wahai rakyatku sekalian..jangan takut dan jangan bingung. Karena alasanku mengundang kalian semua kemari, karena ada berita yang sangat menggembirakan untuk kalian.”
Rakyat yang tadinya bingung dan ketakutan, kini wajahnya menjadi ceria. Tetapi mereka masih bingung, berita menggembirakan apa yang membuat Raja mengundang semuanya kemari.
Raja :”Berita menggembirakan itu adalah aku akan mengadakan pesta nanti malam. Semua yang datang pasti puas. Aku ingin mengundang kalian semua. Tetapi karena tempatnya yang terbatas, aku hanya bisa mengundang beberapa saja dari kalian. Karena itu, aku mempunyai teka-teki untuk kalian, sebagai tiket untuk datang ke pestaku.”
Saudagar kaya :” Apa yang raja inginkan? Aku pasti dapat memberikannya apa yang baginda inginkan.”
Filsuf :”Iya raja..apa yang baginda inginkan pasti kulakukan.”
Pedagang, pemungut cukai, tukang besi, tukang-tukangan pun tidak mau kalah untuk mempromosikan diri mereka.
Suasana pun menjadi ramai. Raja kemudian mulai berbicara dan rakyatpun menjadi tenang.
Raja :”Baik, sekarang dengarkan. Seperti yang aku katakan tadi, bagi yang ingin ada dalam pestaku, maka harus membawakan kepadaku sesuatu yang aku inginkan. Nanti aku sendiri yang memutuskan apa kah kalian bisa ada di pestaku atau tidak. Aku meminta kalian nanti menyebutkan nama kalian dan benda yang kalian bawa. Begini contohnya, namaku Haryono, saya datang membawa rokok.”
Raja kemudian mengambil rokok dari saku perdana menteri dan menunjukkannya kepada semuanya.
Raja :”Aku mulai dari sekarang, datanglah kemari dan bawakan kepadaku sesuatu yang kuinginkan. Perdana menteri, tugasmu mencatat nama mereka dan barang yang mereka bawa.”
Perdana menteri :”Baik paduka.”
Rakyat pun saling berlarian membawakan barang yang mereka pikirkan untuk diserahkan kapada raja.
Tak berapa lama, datanglah orang-orang membawa suatu benda.
Saudagar kaya :”Perkenalkan baginda, nama saya Messif. Saya dayang membawa tembakau dari Indonesia yang kualitasnya no. 1”
Raja :”Maaf Messif, aku tidak suka tembakau. Jadi kamu tidak boleh masuk. Cobalah kamu membawakan kepadaku sesuatu yang lain.”
Saudagar kaya pergi dengan wajah yang bingung.
Tukang besi :”Perkenalkan baginda, nama saya Rahmat. Saya datang membawa asbak emas ini. Asbak ini nantinya untuk membuang abu rokok baginda.”
Raja :”Maaf Rahmat, aku tidak merokok. Jadi kamu tidak boleh masuk. Cobalah kamu membawakan kepadaku sesuatu yang lain.”
Tukang besi juga pergi dengan wajah yang bingung. Kemudian datanglah yang lain.
Kakek-kakek :”Baginda, maafkan saya jika saya tidak pantas bertemu dengan baginda.”
Raja :”Kakek, aku tidak membedakan siapapun. Siapa saja yang dapat membawakan sesuatu yang kuinginkan, maka ia dapat datang ke pestaku.”
Kakek-kakek :”Terima kasih baginda, nama saya Padmo. Saya datang membawa dokar saya. Karena hanya dokar ini yang saya punyai.”
Raja :”Selamat kakek, kakek yang pertama bisa datang ke pestaku. Silahkan masuk ke dalam istana.”
Rakyat yang ada di halaman istana menjadi bingung. Mengapa kakek-kakek tadi diperbolehkan masuk. Padahal ia membawa dokar yang tidak ada hubungannya dengan rokok.
Beberapa orang mencoba lagi, tetapi mereka semua gagal. Kemudian datanglah Ibu-Ibu.
Ibu-ibu :”Baginda, perkenalkan nama saya Yatmi. Saya datang membawa telur.”
Raja :”Ibu, saya sangat suka telur. Anda boleh masuk ke dalam istana.”
Rakyat yang ada di halaman istana kembali bingung.
Kemudian datanglah pemungut cukai.
Pemungut cukai:”Baginda, perkenalkan nama saya Yatman, saya datng membawa uang. Semua uang ini untuk baginda.”
Raja :”Maaf Yatman, aku tidak suka uangmu. Diriku sudah berkecukupan, jadi aku tidak mau uang-uangmu. Jadi silahkan membawa sesuatu yang lain.”
Pemungut cukai:”Maafkan saya baginda. Saya tidak mengerti yang baginda inginkan. Yang saya punya hanya uang-uang ini dan tagihan-tagihan serta tongkat ini.”
Raja :”Yatman, maukah engkau memberikan tagihan-tagihan serta tongkatmu itu. Aku sangat menyukainya. Jika engkau mau memberikannya, engkau dapat masuk ke dalam istana dan hadir di pestaku.”
Pemungut cukai :”Walaupun saya masih bingung. Karena baginda menginginkannya, saya akan memberikannya kepada baginda. Ini baginda, tagihan-tagihan dan tongkat saya.”
Raja :”Yatman, silahkan bergabung dengan yang lain.”
Semua rakyat yang ada di halaman istana menjadi semakin bingung. Kemudian beberapa orang mencoba dan semuanya gagal.
Karena tidak puas, kemudian Raja berkata kepada rakyatnya.
Raja :”Rakyatku, aku akan mengulangi lagi syarat untuk kalian bisa datang ke pestaku. Yang harus kalian lakukan adalah kalian memperkenalkan nama kalian dan menunjukkan barang yang akan kalian berikan untukku. Seperti ini, perkenalkan nama saya Haryono, saya datang membawa yangko.”
Raja mengambil makanan yangko yang ada di meja dan menunjukkannya kepada semuanya.
Raja :”Barangsiapa yang mau ada dalam pestaku nanti malam, silahkan perkenalkan nama kalian dan benda yang kalian bawa.”

Kamis, 23 April 2009

ADA DALAM TANGAN SIAPA ?

Bola basket dalam tanganku berharga Rp.180.000,-
Bola basket dalam tangan Michael Jordan berharga $33 juta.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Baseball dalam tanganku berharga Rp.60.000,-
Baseball dalam tangan Mark McGuire berharga $19 juta.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Raket tenis tak ada gunanya dalam tanganku.
Raket tenis dalam tangan Venus Williams menghasilkan kemenangan dalam kejuaraan dunia.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Tongkat dalam tanganku untuk menghalau binatang.
Tongkat dalam tangan Musa membelah lautan luas.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Ketapel dalam tanganku merupakan mainan anak-anak.
Ketapel dalam tangan Daud merupakan senjata dasyat.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Kau lihat sekarang, segala sesuatu tergantung ada dalam tangan siapa.
Jadi serahkanlah segala masalahmu, kekhawatiranmu, ketakutanmu, harapan-harapanmu, impian-impianmu, keluargamu, kawan, serta sahabat-sahabatmu dalam tangan Tuhan sebab...
Segala sesuatu tergantung ada dalam tangan siapa.
Pesan ini sekarang ada dalam tanganmu.
Apa yang hendak kau lakukan dengannya ?
Tergantung ada dalam tangan siapa.

Jumat, 10 April 2009

MEMILIH

Ketika Aku berjalan, kutemukan persimpangan jalan. Ku tahu, Ku tak sanggup, Ku tahu Ku tak mampu ke mana Ku harus berjalan. Apakah ke kanan, ataukah ke kiri, ataukah ke depan, atau ku harus kembali. Saat ini, Aku seperti orang buta. Melihat tapi tidak mengetahui yang ada di depanku. Akalku pun tak mampu berpikir. Apakah Aku tidak sedang berpikir sekarang. Berpikir kemana Aku harus berjalan. Apa yang harus kulakukan ? Ku tak tahu, Aku bingung, siapa yang akan membantuku. Aku sendiri di jalan ini, karena ini jalanku. Tak ada siapa-siapa di jalan ini kecuali Aku
Ke mana Aku harus bertanya ? Oh ya, Aku bertanya pada diriku sendiri saja. Ku keluarkan diriku dari dalam diriku. Lalu Aku bertanya ke padanya,”Diriku keluarlah Aku mau bertanya, kemanakah Aku harus berjalan? apakah Aku harus ke kanan, ataukah ke kiri, ataukah ke depan, atau ku harus kembali?”
Diriku pun keluar. Dia hanya tersenyum memandangku lalu mulai berkata,” Diriku, mengapa engkau bertanya kepadaku ? jika engkau tahu diriku adalah dirimu, aku pun tak tahu jawaban dari pertanyaanmu itu.”
Aku berkata ,”Bukankah kau tahu tentang semua hal. Bahkan engkau lebih tahu tentang diriku.”
Dia tersenyum lagi dan berkata,”Aku tahu semua hal tentang dirimu, tapi Aku tak tahu jawaban dari pertanyaanmu. Kau bertanya ke kanan, ataukah ke kiri, ataukah ke depan, atau harus kembali. Ya Aku tak tahu.... Tapi Aku tahu apa yang mesti kamu lakukan. Sekarang tersenyumlah seperti halnya diriku. Nah, engkau sudah tersenyum artinya engkau sudah dapat menjawab dari pertanyaanmu sendiri.”
Aku jadi bingung, apa artinya ya..
Dia tersenyum lagi dan berkata,”Diriku, janganlah bingung. Aku memang tak tahu jawaban dari pertanyaanmu. Tapi Aku hanya bisa berkata kepada satu hal, ingatlah tujuanmu. Apa yang hendak kau cari, atau kau temui, atau kemana tujuanmu. Karena engkau ada di sini karena ada tujuannya. Dan sekarang engkau ada di persimpangan, ingatlah tujuanmu. Karena yang terberat dalam hidup ini adalah MEMILIH.
Aku berkata,”Terima kasih Aku, diriku sekarang tahu apa yang seharusnya kulakukan. Aku akan jalan ke depan saja walaupun Aku tak tahu apa yang ada di depanku. Mungkin Aku bisa saja memilih jalan ke kanan atau kekiri. Aku sama saja tak tahu jalan mana yang harus kupilih. Ini adalah jalanku, aku akan menghadapi semua resiko yang akan terjadi. Karena didepan sana ada tantangan yang harus ku hadapai, sama halnya jalan ke kanan atau ke kiri, semua ada resikonya. Baiklah diriku, terimakasih sudah membantuku, sekarang kembalilah kedalam diriku. Ya, aku tahu tujuanku jadi kembalilah, nanti jika Aku bingung, keluarlah untuk membantuku.”
Aku tersenyum dan berkata,”Baiklah Aku,Aku kembali kedalam. Panggilah diriku kapan pun kau mau.”
Ku lanjutkan perjalananku, walaupun Aku tak tahu yang ada di depanku. Yang ku pegang hanyalah tujuanku mengapa saat ini Aku berjalan.

TUJUANKU

Dalam kehidupan ini, ada sesuatu yang mengatur. Percaya atau tidak?!
Walaupun Aku tak tahu siapa sebenarnya yang mengatur. Tapi Aku percaya kepadaNya.
Ketika ku bertanya, mengapa Aku ada di sini. Aku melihat diriku. Aku jadi tahu wajahku, tubuhku, dan diriku.
Lalu Aku melihat sekelilingku, di mana Aku sekarang ini. Ternyata Aku di sebuah tempat yang disebut rumah bersama dengan 2 orang yang sudah tua.
Siapa mereka, mengapa mereka ada di sini bersamaku dan mereka sangat sayang kepadaku.
Kemudian Aku berjalan keluar, semuanya melihat ke arahku dan tersenyum kepadaku. Siapakah mereka? Mereka juga menyapaku.
Ku lihat beberapa ada yang menaiki sesuatu, ada yang beroda dua, tiga, dan empat. Mengapa mereka mempunyainya. Apa aku mempunyainya juga? Aku melihat sekeliling, tidak ada benda yang ku cari itu di dekatku. Aku bertanya kepada 2 orang yang ada di di dalam, apakah Aku juga mempunyai benda yang di naiki orang-orang di luar. Salah satu orang itu menjawab dan mengatakan kalau Aku tidak punya. Aku jadi tahu, Aku tidak punya benda itu. Aku mulai berjalan lagi. Kulihat rumahku dari luar, ternyata susunan dari batu, kayu dan papan. Ku pegang dan kurasakan, ternyata seperti ini rasanya.
Ku lihat seseorang di sebuah tempat yang kurasa sangat indah dan bagus. Aku mendekatinya, tapi Aku segera berhenti. Karena ia menjadi orang yang sangat galak, suka marah-marah kepada orang lain, dahinya mengernyit terus. Sepertinya banyak yang dipikirkannya.
Aku lalu melihat ke dalam rumah, Aku melihat 2 orang tadi sangat rukun, sangat cocok dan saling mengasihi satu sama lain. Mengapa mereka seperti itu, apa yang membuatnya seperti itu. Walaupun rumah mereka hanya dari papan mengapa mereka bahagia. Ku lihat orang-orang di sekelilingku. Bermacam-macam mereka. Ada yang sibuk sendiri, ada yang bersama-sama. Lalu Aku bertanya kepada diriku. Aku ada di mana dan mengapa Aku ada di sini.
Aku bersama dengan 2 orang yang sangat sayang kepadaku, Aku ada di sebuah rumah yang terbuat dari papan dan kayu tapi aku nyaman ketika aku ada di sini. Pohon-pohon di sekelilingku menyejukkan diriku. Orang-orang di sekelilingku selalu tersenyum kepadaku.
Walaupun Aku selalu bertanya di manakah Aku dan mengapa Aku ada di sini. Tapi Aku merasakan sesuatu yang sudah Dia berikan kepadaku. Dia sangat baik kepadaku. Walaupun saat ini Aku di sini bersama orang-orang ini, tapi Aku merasa senang dan damai. Baik Aku akan melakukan tugas-tugasku. Aku akan membantu mereka. Walaupun Aku tak tahu Tujuanku ada di sini. Tapi tidak masalah, nantinya Aku juga akan tahu ketika Aku kembali kepadaNya. Dia akan memberitahu semua Tujuanku ada di sini. Saat ini Aku hanya bisa bersyukur kepadaNya atas semua yang Dia berikan kepadaku dan semua rencana-rencanaNya. Karena Ku tahu rencanaNya adalah yang terbaik dan terindah.