Sabtu, 16 Mei 2009

ELEGI SEGI EMPAT YANG SEDIH

Segi empat datang ke rumah Pak RT dengan sedih. Ia ingin mendaftarkan C1-nya.
Segi empat : ”Selamat sore Pak RT, maaf saya mengganggu. Saya datang ke sini mau mendaftarkan C1 saya.”
Pak RT : ”Iya, mari silakan masuk segi empat. Ada yang bisa saya bantu Segi empat, sepertinya anda sedang bersedih?”
Segi empat : ” Pak RT, saya sedih karena banyak orang yang salah mengerti tentang saya. Aku merasa diriku ini bukan lagi menjadi diriku.”
Pak RT : ”Sebentar Segi empat, aku meminta engkau menjelaskan dulu kata- katamu barusan.”
Segi empat : ”Pak RT, tadi aku mendengar anak-anak ketika ditanya seseorang tentang segi empat itu seperti apa. Anak-anak banyak yang menjawab persegi atau persegi panjang. Aku sedih, mengapa mereka banyak yang tidak mengenal aku. Aku seperti sudah tidak ada gunanya lagi.”
Pak RT :”Oo.. itu yang membuatmu sedih. Lalu apa keluhanmu datang ke sini?”
Segi empat :”Begini Pak RT, aku ingin mendaftarkan C1 keluarga saya. Agar saya mempunyai hak bahwa saya ya adalah saya.”
Pak RT :”Baik, coba saya lihat formulir pendaftaran C1 sambil saya periksa bila ada kesalahan. Nama kepala keluarga Segi empat. Alamat Jalan Geometri No. 18. Nama Anak Trapezoid, Parallelogram, dan Layang-Layang. Anak- anak anda itu terkenal semua ya segi empat. Saya agak sulit membedakan Trapezoid yang mana, Parallelogram yang mana dan Layang-Layang yang mana. Saya kemarin bertemu dengan salah satu anak anda tetapi saya salah memanggilnya.”
Segi empat :”Bapak ternyata juga belum tahu anak-anak saya. Trapezoid itu yang mirip seperti saya yang sepasang sisi berhadapan saling sejajar. Kalau Parallelogram itu juga mirip saya yang pasangan sisi-sisi berhadapan saling sejajar. Yang paling kecil itu, layang-layang. Dia juga mirip saya yang salah satu diagonalnya berhimpit dengan sumbu diagonal yang lain.”
Pak RT :”Iya, kemarin saya salah memanggil Trapezoid dengan Parallelogram. Maaf ya Segi empat!”
Segi empat : ”Iya tidak apa-apa Pak RT.”
Pak RT :” Lalu Trapezoid sama kaki, Trapezoid siku-siku, Rectangle, Rhombus, Square ini siapa segi empat ?”
Segi empat :”Itu cucu dan cicit saya.”
Pak RT :”Yang mana yang cucu anda dan yang mana cicit anda Segi empat.”
Segi empat :” Trapezoid sama kaki, Trapezoid siku-siku, Rectangle, Rhombus cucu saya dan Square itu cicit saya.”
Pak RT :” Yang Trapezoid sama kaki itu yang pasangan sisi yang tidak sejajar saling kongruen ya segi empat. Lalu yang siku-siku itu yang mana?
Segi empat :”Yang salah satu sudutnya adalah sudut siku-siku Pak RT.”
Pak R :”Trapezoid sama kaki itu anaknya siapa segi empat.”
Segi empat :”Anaknya Trapezoid Pak RT. Trapezoid mempunyai dua anak yaitu Trapezoid sama kaki dan Trapezoid siku-siku.”
Pak RT :”Lalu yang Rectangle itu anak siapa segi empat?”
Segi empat :”Rectangle cucu saya dari Parallelogram. Saudaranya yang satu adalah Rhombus.”
Pak RT :”Maaf segi empat, kalau Rectanglle dan Rhombus itu yang mana ya?”
Segi empat :” Rectangle itu mirip sama ayahnya tetapi salah satu sudutnya siku-siku. Sedangkan Rhombus itu yang sepasang sisi-sisi yang berdekatan saling kongruen.”
Pak RT :”Jadi Squre yang cicitnya ya segi empat. Yang mirip Bapaknya yaitu Rectangle yang sepasang sisi berdekatan saling kongruen ya Segi empat?”
Segi empat :”Iya Pak RT. Itu semua keluarga saya. Saya ingin mereka semua tahu siapa saya dan keluarga saya. Sehingga yang mereka tahu tidak hanya anak dan cucu saya.
Pak RT :” Baik Segi empat, saya mengerti perasaaan anda. Formulir ini saya bawa. Besok baru bisa saya sampaikan ke kelurahan. Nanti bila sudah jadi C1nya, nanti saya sampaikan kepada anda.
Segi empat :”Terima kasih Pak RT. Saya jadi lega sekarang.”
Pak RT :”Sama-sama Segi empat. Tetapi sebelumnya saya juga meminta maaf jika saya tadi juga tidak tahu nama anak-anak dan cucu-cucu anda. Dengan penjelasan anda tadi, saya sekarang menjadi tahu.”
Segi empat :” Iya tidak apa-apa Pak RT. Saya memaklumi anda. Karena sudah hampir malam, saya permisi dulu Pak RT.”
Pak RT :”Iya segi empat, hati-hati di jalan.”

Kamis, 14 Mei 2009

ARTI SEBUAH NAMA

William Shakespeare menyatakan: “What’s in a name? That which we call a rose. By any other name would smell as sweet.” Itulah kalimat yang sangat populer dari drama romantis-tragedi mahakarya William Shakespeare, “Romeo and Juliet”. Shakespeare ingin menyampaikan, bunga mawar itu kalaupun diberi nama selain “mawar”, bau wanginya akan tetap sama. Jadi hikmat menurut Shakespeare adalah apa artinya sebuah nama, jikalau tidak diikuti oleh makna yang diukirkan dalam sifat-sifat atau karakter yang menyandangnya. Sebaliknya jikalau kita memiliki karakter “yang harum” seperti bunga mawar, maka diganti nama apapun ya akan tetap harum. Bunga mawar disebut harum dan cantik bukan karena disebabkan karena nama yang disandangnya, tetapi karena dia sejak dari “sononya” telah mencerminkan sifat-sifat yang mendukung dan sesuai dengan nama yang disandangnya.
http://www.gki.or.id/content/doc.php?doctype=A&id=200