ELEGI DAN JARGON MENURUT PERSEPSIKU
Elegi, mungkin pertamakali membaca kata ini kita akan bingung dengan artinya. Apa itu Elegi ? apakah itu puisi ? ataukah cerita ? ataukah pesan ? ataukah imajinasi?
Mungkin masih banyak lagi pendapat-pendapat apa itu Elegi.
Tanggal 11 Mei 2009, barulah saya tahu apa itu Elegi.Walupun sebelumnya saya mempunyai definisi sendiri apa itu Elegi. Bapak Marsigit, seorang penulis blog menulis di blognya. Menurut beliau Elegi adalah Nyanyian susah. Dari artinya saja masih susah dimengerti. Lalu beliau mengatakan, Elegi digunakan untuk menggambarkan betapa susahnya memahami isi karyanya.
Tujuannya untuk mengkomunikasikan filsafat tanpa menyebut-sebut filsafat.
Banyak orang yang berpendapat bahwa filsafat itu tak bermanfaat atau bahkan sesat. Dengan elegi, Beliau membuat filsafat dekat sekali dengan kita. Beliau mengatakan bahwa filsafat itu adalah diri kita. melalui elegi, beliau ingin berusaha menunjukkan bahwa kajian filsafat itu banyak manfaatnya dan langsung bersentuhan dengan kehidupan manusia.
Elegi muncul karena sebagai kebutuhan. Beliau merasa perlu mengembangkan komunikasi filsafat dalam bentuk yang netral, tidak menyuruh, tidak memaksa, lebih bersifatempati tetapi tetap memuat tesis-tesis filsafat.
Sumber membuat elegi antara lain : pertama yang dari pelakunya atau disebut sumber primer . Jika sumber itu merupakan penuturan dari orang lain, maka sumber tersebut disebut sumber seconder (kedua).
Elegi-elegi juga disusun berdasarkan refleksi pengalaman beliau.
Dalam elegi-elegi, sumber pertama dan kedua adalah sebagai inspirasi. Sedangkan yang paling pokok dan paling banyak adalah refleksi pengalaman setelah membaca filsafat dan mengalami kehidupan langsung.
Metode yang digunakan untuk menyusun elegi antara lain: bahasa analog, reduksi atau penyederhanaan, kelengkapan, pengandaian, personifikasi, pengembangan pola, korespondensi (isomorphisma), teleologi, phenomenologi, induksi, deduksi, berpikir kritis, membuat pertanyaan-pertanyaan, membuat figur orang tua berambut putih, komunikasi, menterjemahkan dan diterjemahkan.
Beberapa elegi ada yang terkesan kontradiksi. Alasannya karena hidup adalah kontradiksi. Hakekat berubah dan hakekat diam itu kelihatannya kontradiksi. Tetapi keduanya itu ada. Jika ada seseorang hanya berhenti sampai hakekat perubahan saja, karena hal yang demikian berarti dia hanya berpikir parsial.
Tujuan utama atau visi dibuatnya elegi.
Elegi dibuat sebagai sarana berlatih memberbincangkan semua yang ada dan yang mungkin ada. Maka mahasiswa matematika memerlukan kemampuan memperbincangkan semua matematika yang ada dan yang mungkin ada. Sebagai seorang guru, maka perlu mempunyai keterampilan memperbincangkan semua yang ada dan yang mungkin ada.
Yang dimaksud sebagai memperbincangkan adalah bukan subyek yang bicara, bukan dosen yang bicara, bukan guru yang bicara. Jika mereka itu yang bicara, maka bicaranya bersifat otoriter, merayu, membujuk atau memaksa para siswa untuk percaya. Tetapi yang bicara adalah para obyek, para mahasiswa dan pada siswa serta semua yang ada dan yang mungkin ada. Maka sebetulnya yang ada dan yang mungkin ada itu berhak bicara. Jika anda telah mampu memperbincangkan mereka maka kemampuanmu itu mempunyai dimensi setingkat lebih tinggi.
Yang ada dan yang mungkin ada itu adalah obyek kajian filsafat.
Satu-satunya kelemahan atau sisi kekurangan elegi adalah jika elegi digunakan tidak sesuai ruang dan waktunya.
Elegi itu hanya untuk sarana berpikir filsafat. Jadi porsinya memang perlu dibatasi. Dia juga bukan suatu topik pembelajaran. Jadi elegi itu tidak cocok untuk digunakan pada pembelajaran disekolah. Tetapi substansinya itulah yang di ambil.
Yang dimaksud substansi adalah seorang guru matematika hendaknya tidak hanya hapal rumus. Jika seorang guru matematika mendidik siswa dengan hanya menghapal rumus, itu namanya mitos. Maka guru seharusnya mengetahui apa makna dibalik dalil Pythagoras. Maka guru juga berusaha agar siswanya mengetahui apa makna dibalik dalil Pythagoras.
Elegi menurut saya adalah suatu tulisan memperbincangkan yang mungkin ada dan yang mungkin tidak ada. Objek perbincangan bisa bermacam-macam, bisa orang atau benda atau apa saja. Sehingga Elegi dapat sebagai alat untuk menyampaikan suatu pemikiran atau pesan atau saran atau kritikan. Sehingga orang yang membaca tidak akan langsung tersinggung, tetapi akan mencoba menyelami maksud dari Elegi. Ketika seseorang mencoba menyelami maksud dari tulisan Elegi, maka dia akan mencoba mengaitkan segala sesuatu yang pernah dipalajari atau dialaminya. Sehingga tidak jarang, dengan adanya Elegi kita dapat mengetahui apa kesalahan-kesalahan kita.
Lalu apa yang kita dapatkan dari Elegi ini ?
Ya, mungkin sebagian besar menjawab Ilmu, pesan-pesan dll.
Elegi adalah buah dari pemikiran, jadi Elegi adalah objek pikir. Jadi Elegi itu sebenarnya adalah Jargon. Ketika kita ditanya, apa kamu sudah membaca Elegi yang terbaru ? Maka orang yang pernah membaca Elegi akan menjawab Elegi yang terbaru adalah Elegi ini. Karena dalam pikiran kita sudah tertanam, Elegi itu adalah tulisan dalam blognya Bapak Marsigit. Kata Elegi itu adalah Jargon yang diciptakan Bapak Marsigit, sehingga dalam diri kita akan tertanam bahwa Elegi adalah karangan Bapak Marsigit dan bisa dibaca diblognya.
Di dalam Elegi tersebut, ada juga Jargonnya. Antara lain, Orang tua berambut putih. Jika kita ditanya, siapa orang tua berambut putih? Jawabannya pasti orang tua berambut putih yang ada diblognya Bapak Marsigit.
Jargon menurut Wikipedia adalah istilah khusus yang dipergunakan di bidang kehidupan (lingkungan) tertentu.
Dari definisinya juga sudah membuat kita bingung sama seperti definisi Elegi. Jargon sangat dekat dengan kehidupan kita, kadang-kadang kita selalu menggunakan Jargon itu.
Contohnya : Adik sedang makan indomie. Indomie yang dimaksud mungkin adalah mie. Tetapi karena sudah tertanam dalam pikiran kita, bahwa menyebut mie adalah indomie. Tetapi bisa sajakan yang dimakan adik kita bukan Indomie, bisa saja mie apa. Karena mie itu macam-macam merknya tidak hanya Indomie. Atau contoh lain, Ayah pergi naik Honda. Mungkin yang dimaksud adalah motor. Tetapi karena sudah tertanam dalam pikiran kita, jika Honda adalah sebutan untuk motor. Maka kita selalu menggunkannya untuk menyebut motor. Barangkali jika ada orang Jepang yang tahu, pasti marah-marah karena Honda (nama orang) dinaikin untuk berpergian.
Sekarang kita mengetahui, Elegi dan Jargon sangat dekat dengan kehidupan kita. Dengan adanya Elegi dan Jargon, kita dapat relefleksikan diri bahwa diri kita mempunyai potensi yang sangat besar jika mau mengembangkan dan kita dapat mengoreksi diri dari kehidupan yang telah kita jalani sampai saat ini. Kita jadi mengetahui kesalahan-kesalahan yang kita lakukan, mungkin juga kesalahan-kesalahan yang tidak kita sadari. Ya sama dengan Jargon tadi. Kita tahu kesalahan-kesalahan kita, apakah kita akan terus mengulanginya terus atau akan berubah menjadi orang yang lebih baik (Logos).
Jumat, 12 Juni 2009
Sabtu, 16 Mei 2009
ELEGI SEGI EMPAT YANG SEDIH
Segi empat datang ke rumah Pak RT dengan sedih. Ia ingin mendaftarkan C1-nya.
Segi empat : ”Selamat sore Pak RT, maaf saya mengganggu. Saya datang ke sini mau mendaftarkan C1 saya.”
Pak RT : ”Iya, mari silakan masuk segi empat. Ada yang bisa saya bantu Segi empat, sepertinya anda sedang bersedih?”
Segi empat : ” Pak RT, saya sedih karena banyak orang yang salah mengerti tentang saya. Aku merasa diriku ini bukan lagi menjadi diriku.”
Pak RT : ”Sebentar Segi empat, aku meminta engkau menjelaskan dulu kata- katamu barusan.”
Segi empat : ”Pak RT, tadi aku mendengar anak-anak ketika ditanya seseorang tentang segi empat itu seperti apa. Anak-anak banyak yang menjawab persegi atau persegi panjang. Aku sedih, mengapa mereka banyak yang tidak mengenal aku. Aku seperti sudah tidak ada gunanya lagi.”
Pak RT :”Oo.. itu yang membuatmu sedih. Lalu apa keluhanmu datang ke sini?”
Segi empat :”Begini Pak RT, aku ingin mendaftarkan C1 keluarga saya. Agar saya mempunyai hak bahwa saya ya adalah saya.”
Pak RT :”Baik, coba saya lihat formulir pendaftaran C1 sambil saya periksa bila ada kesalahan. Nama kepala keluarga Segi empat. Alamat Jalan Geometri No. 18. Nama Anak Trapezoid, Parallelogram, dan Layang-Layang. Anak- anak anda itu terkenal semua ya segi empat. Saya agak sulit membedakan Trapezoid yang mana, Parallelogram yang mana dan Layang-Layang yang mana. Saya kemarin bertemu dengan salah satu anak anda tetapi saya salah memanggilnya.”
Segi empat :”Bapak ternyata juga belum tahu anak-anak saya. Trapezoid itu yang mirip seperti saya yang sepasang sisi berhadapan saling sejajar. Kalau Parallelogram itu juga mirip saya yang pasangan sisi-sisi berhadapan saling sejajar. Yang paling kecil itu, layang-layang. Dia juga mirip saya yang salah satu diagonalnya berhimpit dengan sumbu diagonal yang lain.”
Pak RT :”Iya, kemarin saya salah memanggil Trapezoid dengan Parallelogram. Maaf ya Segi empat!”
Segi empat : ”Iya tidak apa-apa Pak RT.”
Pak RT :” Lalu Trapezoid sama kaki, Trapezoid siku-siku, Rectangle, Rhombus, Square ini siapa segi empat ?”
Segi empat :”Itu cucu dan cicit saya.”
Pak RT :”Yang mana yang cucu anda dan yang mana cicit anda Segi empat.”
Segi empat :” Trapezoid sama kaki, Trapezoid siku-siku, Rectangle, Rhombus cucu saya dan Square itu cicit saya.”
Pak RT :” Yang Trapezoid sama kaki itu yang pasangan sisi yang tidak sejajar saling kongruen ya segi empat. Lalu yang siku-siku itu yang mana?
Segi empat :”Yang salah satu sudutnya adalah sudut siku-siku Pak RT.”
Pak R :”Trapezoid sama kaki itu anaknya siapa segi empat.”
Segi empat :”Anaknya Trapezoid Pak RT. Trapezoid mempunyai dua anak yaitu Trapezoid sama kaki dan Trapezoid siku-siku.”
Pak RT :”Lalu yang Rectangle itu anak siapa segi empat?”
Segi empat :”Rectangle cucu saya dari Parallelogram. Saudaranya yang satu adalah Rhombus.”
Pak RT :”Maaf segi empat, kalau Rectanglle dan Rhombus itu yang mana ya?”
Segi empat :” Rectangle itu mirip sama ayahnya tetapi salah satu sudutnya siku-siku. Sedangkan Rhombus itu yang sepasang sisi-sisi yang berdekatan saling kongruen.”
Pak RT :”Jadi Squre yang cicitnya ya segi empat. Yang mirip Bapaknya yaitu Rectangle yang sepasang sisi berdekatan saling kongruen ya Segi empat?”
Segi empat :”Iya Pak RT. Itu semua keluarga saya. Saya ingin mereka semua tahu siapa saya dan keluarga saya. Sehingga yang mereka tahu tidak hanya anak dan cucu saya.
Pak RT :” Baik Segi empat, saya mengerti perasaaan anda. Formulir ini saya bawa. Besok baru bisa saya sampaikan ke kelurahan. Nanti bila sudah jadi C1nya, nanti saya sampaikan kepada anda.
Segi empat :”Terima kasih Pak RT. Saya jadi lega sekarang.”
Pak RT :”Sama-sama Segi empat. Tetapi sebelumnya saya juga meminta maaf jika saya tadi juga tidak tahu nama anak-anak dan cucu-cucu anda. Dengan penjelasan anda tadi, saya sekarang menjadi tahu.”
Segi empat :” Iya tidak apa-apa Pak RT. Saya memaklumi anda. Karena sudah hampir malam, saya permisi dulu Pak RT.”
Pak RT :”Iya segi empat, hati-hati di jalan.”
Segi empat : ”Selamat sore Pak RT, maaf saya mengganggu. Saya datang ke sini mau mendaftarkan C1 saya.”
Pak RT : ”Iya, mari silakan masuk segi empat. Ada yang bisa saya bantu Segi empat, sepertinya anda sedang bersedih?”
Segi empat : ” Pak RT, saya sedih karena banyak orang yang salah mengerti tentang saya. Aku merasa diriku ini bukan lagi menjadi diriku.”
Pak RT : ”Sebentar Segi empat, aku meminta engkau menjelaskan dulu kata- katamu barusan.”
Segi empat : ”Pak RT, tadi aku mendengar anak-anak ketika ditanya seseorang tentang segi empat itu seperti apa. Anak-anak banyak yang menjawab persegi atau persegi panjang. Aku sedih, mengapa mereka banyak yang tidak mengenal aku. Aku seperti sudah tidak ada gunanya lagi.”
Pak RT :”Oo.. itu yang membuatmu sedih. Lalu apa keluhanmu datang ke sini?”
Segi empat :”Begini Pak RT, aku ingin mendaftarkan C1 keluarga saya. Agar saya mempunyai hak bahwa saya ya adalah saya.”
Pak RT :”Baik, coba saya lihat formulir pendaftaran C1 sambil saya periksa bila ada kesalahan. Nama kepala keluarga Segi empat. Alamat Jalan Geometri No. 18. Nama Anak Trapezoid, Parallelogram, dan Layang-Layang. Anak- anak anda itu terkenal semua ya segi empat. Saya agak sulit membedakan Trapezoid yang mana, Parallelogram yang mana dan Layang-Layang yang mana. Saya kemarin bertemu dengan salah satu anak anda tetapi saya salah memanggilnya.”
Segi empat :”Bapak ternyata juga belum tahu anak-anak saya. Trapezoid itu yang mirip seperti saya yang sepasang sisi berhadapan saling sejajar. Kalau Parallelogram itu juga mirip saya yang pasangan sisi-sisi berhadapan saling sejajar. Yang paling kecil itu, layang-layang. Dia juga mirip saya yang salah satu diagonalnya berhimpit dengan sumbu diagonal yang lain.”
Pak RT :”Iya, kemarin saya salah memanggil Trapezoid dengan Parallelogram. Maaf ya Segi empat!”
Segi empat : ”Iya tidak apa-apa Pak RT.”
Pak RT :” Lalu Trapezoid sama kaki, Trapezoid siku-siku, Rectangle, Rhombus, Square ini siapa segi empat ?”
Segi empat :”Itu cucu dan cicit saya.”
Pak RT :”Yang mana yang cucu anda dan yang mana cicit anda Segi empat.”
Segi empat :” Trapezoid sama kaki, Trapezoid siku-siku, Rectangle, Rhombus cucu saya dan Square itu cicit saya.”
Pak RT :” Yang Trapezoid sama kaki itu yang pasangan sisi yang tidak sejajar saling kongruen ya segi empat. Lalu yang siku-siku itu yang mana?
Segi empat :”Yang salah satu sudutnya adalah sudut siku-siku Pak RT.”
Pak R :”Trapezoid sama kaki itu anaknya siapa segi empat.”
Segi empat :”Anaknya Trapezoid Pak RT. Trapezoid mempunyai dua anak yaitu Trapezoid sama kaki dan Trapezoid siku-siku.”
Pak RT :”Lalu yang Rectangle itu anak siapa segi empat?”
Segi empat :”Rectangle cucu saya dari Parallelogram. Saudaranya yang satu adalah Rhombus.”
Pak RT :”Maaf segi empat, kalau Rectanglle dan Rhombus itu yang mana ya?”
Segi empat :” Rectangle itu mirip sama ayahnya tetapi salah satu sudutnya siku-siku. Sedangkan Rhombus itu yang sepasang sisi-sisi yang berdekatan saling kongruen.”
Pak RT :”Jadi Squre yang cicitnya ya segi empat. Yang mirip Bapaknya yaitu Rectangle yang sepasang sisi berdekatan saling kongruen ya Segi empat?”
Segi empat :”Iya Pak RT. Itu semua keluarga saya. Saya ingin mereka semua tahu siapa saya dan keluarga saya. Sehingga yang mereka tahu tidak hanya anak dan cucu saya.
Pak RT :” Baik Segi empat, saya mengerti perasaaan anda. Formulir ini saya bawa. Besok baru bisa saya sampaikan ke kelurahan. Nanti bila sudah jadi C1nya, nanti saya sampaikan kepada anda.
Segi empat :”Terima kasih Pak RT. Saya jadi lega sekarang.”
Pak RT :”Sama-sama Segi empat. Tetapi sebelumnya saya juga meminta maaf jika saya tadi juga tidak tahu nama anak-anak dan cucu-cucu anda. Dengan penjelasan anda tadi, saya sekarang menjadi tahu.”
Segi empat :” Iya tidak apa-apa Pak RT. Saya memaklumi anda. Karena sudah hampir malam, saya permisi dulu Pak RT.”
Pak RT :”Iya segi empat, hati-hati di jalan.”
Kamis, 14 Mei 2009
ARTI SEBUAH NAMA
William Shakespeare menyatakan: “What’s in a name? That which we call a rose. By any other name would smell as sweet.” Itulah kalimat yang sangat populer dari drama romantis-tragedi mahakarya William Shakespeare, “Romeo and Juliet”. Shakespeare ingin menyampaikan, bunga mawar itu kalaupun diberi nama selain “mawar”, bau wanginya akan tetap sama. Jadi hikmat menurut Shakespeare adalah apa artinya sebuah nama, jikalau tidak diikuti oleh makna yang diukirkan dalam sifat-sifat atau karakter yang menyandangnya. Sebaliknya jikalau kita memiliki karakter “yang harum” seperti bunga mawar, maka diganti nama apapun ya akan tetap harum. Bunga mawar disebut harum dan cantik bukan karena disebabkan karena nama yang disandangnya, tetapi karena dia sejak dari “sononya” telah mencerminkan sifat-sifat yang mendukung dan sesuai dengan nama yang disandangnya.
http://www.gki.or.id/content/doc.php?doctype=A&id=200
http://www.gki.or.id/content/doc.php?doctype=A&id=200
Kamis, 30 April 2009
Teka-Teki Sang Raja
Sang Raja akan mengadakan pesta nanti malam. Raja ingin mengundang rakyatnya sebanyak mungkin. Tetapi, ia tidak bisa mengundang semua rakyatnya, karena tempatnya terbatas. Karena itu, Raja membuat teka-teki sebagai syarat untuk dapat datang di pestanya. Raja kemudian mengumpulkan semua rakyatnya di halaman istana.
Semuanya takut dan bingung, karena tidak biasanya Raja mengundang semua rakyatnya.
Raja kemudian mengambil mikrofon dan mulai berbicara.
Raja :”Wahai rakyatku sekalian..jangan takut dan jangan bingung. Karena alasanku mengundang kalian semua kemari, karena ada berita yang sangat menggembirakan untuk kalian.”
Rakyat yang tadinya bingung dan ketakutan, kini wajahnya menjadi ceria. Tetapi mereka masih bingung, berita menggembirakan apa yang membuat Raja mengundang semuanya kemari.
Raja :”Berita menggembirakan itu adalah aku akan mengadakan pesta nanti malam. Semua yang datang pasti puas. Aku ingin mengundang kalian semua. Tetapi karena tempatnya yang terbatas, aku hanya bisa mengundang beberapa saja dari kalian. Karena itu, aku mempunyai teka-teki untuk kalian, sebagai tiket untuk datang ke pestaku.”
Saudagar kaya :” Apa yang raja inginkan? Aku pasti dapat memberikannya apa yang baginda inginkan.”
Filsuf :”Iya raja..apa yang baginda inginkan pasti kulakukan.”
Pedagang, pemungut cukai, tukang besi, tukang-tukangan pun tidak mau kalah untuk mempromosikan diri mereka.
Suasana pun menjadi ramai. Raja kemudian mulai berbicara dan rakyatpun menjadi tenang.
Raja :”Baik, sekarang dengarkan. Seperti yang aku katakan tadi, bagi yang ingin ada dalam pestaku, maka harus membawakan kepadaku sesuatu yang aku inginkan. Nanti aku sendiri yang memutuskan apa kah kalian bisa ada di pestaku atau tidak. Aku meminta kalian nanti menyebutkan nama kalian dan benda yang kalian bawa. Begini contohnya, namaku Haryono, saya datang membawa rokok.”
Raja kemudian mengambil rokok dari saku perdana menteri dan menunjukkannya kepada semuanya.
Raja :”Aku mulai dari sekarang, datanglah kemari dan bawakan kepadaku sesuatu yang kuinginkan. Perdana menteri, tugasmu mencatat nama mereka dan barang yang mereka bawa.”
Perdana menteri :”Baik paduka.”
Rakyat pun saling berlarian membawakan barang yang mereka pikirkan untuk diserahkan kapada raja.
Tak berapa lama, datanglah orang-orang membawa suatu benda.
Saudagar kaya :”Perkenalkan baginda, nama saya Messif. Saya dayang membawa tembakau dari Indonesia yang kualitasnya no. 1”
Raja :”Maaf Messif, aku tidak suka tembakau. Jadi kamu tidak boleh masuk. Cobalah kamu membawakan kepadaku sesuatu yang lain.”
Saudagar kaya pergi dengan wajah yang bingung.
Tukang besi :”Perkenalkan baginda, nama saya Rahmat. Saya datang membawa asbak emas ini. Asbak ini nantinya untuk membuang abu rokok baginda.”
Raja :”Maaf Rahmat, aku tidak merokok. Jadi kamu tidak boleh masuk. Cobalah kamu membawakan kepadaku sesuatu yang lain.”
Tukang besi juga pergi dengan wajah yang bingung. Kemudian datanglah yang lain.
Kakek-kakek :”Baginda, maafkan saya jika saya tidak pantas bertemu dengan baginda.”
Raja :”Kakek, aku tidak membedakan siapapun. Siapa saja yang dapat membawakan sesuatu yang kuinginkan, maka ia dapat datang ke pestaku.”
Kakek-kakek :”Terima kasih baginda, nama saya Padmo. Saya datang membawa dokar saya. Karena hanya dokar ini yang saya punyai.”
Raja :”Selamat kakek, kakek yang pertama bisa datang ke pestaku. Silahkan masuk ke dalam istana.”
Rakyat yang ada di halaman istana menjadi bingung. Mengapa kakek-kakek tadi diperbolehkan masuk. Padahal ia membawa dokar yang tidak ada hubungannya dengan rokok.
Beberapa orang mencoba lagi, tetapi mereka semua gagal. Kemudian datanglah Ibu-Ibu.
Ibu-ibu :”Baginda, perkenalkan nama saya Yatmi. Saya datang membawa telur.”
Raja :”Ibu, saya sangat suka telur. Anda boleh masuk ke dalam istana.”
Rakyat yang ada di halaman istana kembali bingung.
Kemudian datanglah pemungut cukai.
Pemungut cukai:”Baginda, perkenalkan nama saya Yatman, saya datng membawa uang. Semua uang ini untuk baginda.”
Raja :”Maaf Yatman, aku tidak suka uangmu. Diriku sudah berkecukupan, jadi aku tidak mau uang-uangmu. Jadi silahkan membawa sesuatu yang lain.”
Pemungut cukai:”Maafkan saya baginda. Saya tidak mengerti yang baginda inginkan. Yang saya punya hanya uang-uang ini dan tagihan-tagihan serta tongkat ini.”
Raja :”Yatman, maukah engkau memberikan tagihan-tagihan serta tongkatmu itu. Aku sangat menyukainya. Jika engkau mau memberikannya, engkau dapat masuk ke dalam istana dan hadir di pestaku.”
Pemungut cukai :”Walaupun saya masih bingung. Karena baginda menginginkannya, saya akan memberikannya kepada baginda. Ini baginda, tagihan-tagihan dan tongkat saya.”
Raja :”Yatman, silahkan bergabung dengan yang lain.”
Semua rakyat yang ada di halaman istana menjadi semakin bingung. Kemudian beberapa orang mencoba dan semuanya gagal.
Karena tidak puas, kemudian Raja berkata kepada rakyatnya.
Raja :”Rakyatku, aku akan mengulangi lagi syarat untuk kalian bisa datang ke pestaku. Yang harus kalian lakukan adalah kalian memperkenalkan nama kalian dan menunjukkan barang yang akan kalian berikan untukku. Seperti ini, perkenalkan nama saya Haryono, saya datang membawa yangko.”
Raja mengambil makanan yangko yang ada di meja dan menunjukkannya kepada semuanya.
Raja :”Barangsiapa yang mau ada dalam pestaku nanti malam, silahkan perkenalkan nama kalian dan benda yang kalian bawa.”
Semuanya takut dan bingung, karena tidak biasanya Raja mengundang semua rakyatnya.
Raja kemudian mengambil mikrofon dan mulai berbicara.
Raja :”Wahai rakyatku sekalian..jangan takut dan jangan bingung. Karena alasanku mengundang kalian semua kemari, karena ada berita yang sangat menggembirakan untuk kalian.”
Rakyat yang tadinya bingung dan ketakutan, kini wajahnya menjadi ceria. Tetapi mereka masih bingung, berita menggembirakan apa yang membuat Raja mengundang semuanya kemari.
Raja :”Berita menggembirakan itu adalah aku akan mengadakan pesta nanti malam. Semua yang datang pasti puas. Aku ingin mengundang kalian semua. Tetapi karena tempatnya yang terbatas, aku hanya bisa mengundang beberapa saja dari kalian. Karena itu, aku mempunyai teka-teki untuk kalian, sebagai tiket untuk datang ke pestaku.”
Saudagar kaya :” Apa yang raja inginkan? Aku pasti dapat memberikannya apa yang baginda inginkan.”
Filsuf :”Iya raja..apa yang baginda inginkan pasti kulakukan.”
Pedagang, pemungut cukai, tukang besi, tukang-tukangan pun tidak mau kalah untuk mempromosikan diri mereka.
Suasana pun menjadi ramai. Raja kemudian mulai berbicara dan rakyatpun menjadi tenang.
Raja :”Baik, sekarang dengarkan. Seperti yang aku katakan tadi, bagi yang ingin ada dalam pestaku, maka harus membawakan kepadaku sesuatu yang aku inginkan. Nanti aku sendiri yang memutuskan apa kah kalian bisa ada di pestaku atau tidak. Aku meminta kalian nanti menyebutkan nama kalian dan benda yang kalian bawa. Begini contohnya, namaku Haryono, saya datang membawa rokok.”
Raja kemudian mengambil rokok dari saku perdana menteri dan menunjukkannya kepada semuanya.
Raja :”Aku mulai dari sekarang, datanglah kemari dan bawakan kepadaku sesuatu yang kuinginkan. Perdana menteri, tugasmu mencatat nama mereka dan barang yang mereka bawa.”
Perdana menteri :”Baik paduka.”
Rakyat pun saling berlarian membawakan barang yang mereka pikirkan untuk diserahkan kapada raja.
Tak berapa lama, datanglah orang-orang membawa suatu benda.
Saudagar kaya :”Perkenalkan baginda, nama saya Messif. Saya dayang membawa tembakau dari Indonesia yang kualitasnya no. 1”
Raja :”Maaf Messif, aku tidak suka tembakau. Jadi kamu tidak boleh masuk. Cobalah kamu membawakan kepadaku sesuatu yang lain.”
Saudagar kaya pergi dengan wajah yang bingung.
Tukang besi :”Perkenalkan baginda, nama saya Rahmat. Saya datang membawa asbak emas ini. Asbak ini nantinya untuk membuang abu rokok baginda.”
Raja :”Maaf Rahmat, aku tidak merokok. Jadi kamu tidak boleh masuk. Cobalah kamu membawakan kepadaku sesuatu yang lain.”
Tukang besi juga pergi dengan wajah yang bingung. Kemudian datanglah yang lain.
Kakek-kakek :”Baginda, maafkan saya jika saya tidak pantas bertemu dengan baginda.”
Raja :”Kakek, aku tidak membedakan siapapun. Siapa saja yang dapat membawakan sesuatu yang kuinginkan, maka ia dapat datang ke pestaku.”
Kakek-kakek :”Terima kasih baginda, nama saya Padmo. Saya datang membawa dokar saya. Karena hanya dokar ini yang saya punyai.”
Raja :”Selamat kakek, kakek yang pertama bisa datang ke pestaku. Silahkan masuk ke dalam istana.”
Rakyat yang ada di halaman istana menjadi bingung. Mengapa kakek-kakek tadi diperbolehkan masuk. Padahal ia membawa dokar yang tidak ada hubungannya dengan rokok.
Beberapa orang mencoba lagi, tetapi mereka semua gagal. Kemudian datanglah Ibu-Ibu.
Ibu-ibu :”Baginda, perkenalkan nama saya Yatmi. Saya datang membawa telur.”
Raja :”Ibu, saya sangat suka telur. Anda boleh masuk ke dalam istana.”
Rakyat yang ada di halaman istana kembali bingung.
Kemudian datanglah pemungut cukai.
Pemungut cukai:”Baginda, perkenalkan nama saya Yatman, saya datng membawa uang. Semua uang ini untuk baginda.”
Raja :”Maaf Yatman, aku tidak suka uangmu. Diriku sudah berkecukupan, jadi aku tidak mau uang-uangmu. Jadi silahkan membawa sesuatu yang lain.”
Pemungut cukai:”Maafkan saya baginda. Saya tidak mengerti yang baginda inginkan. Yang saya punya hanya uang-uang ini dan tagihan-tagihan serta tongkat ini.”
Raja :”Yatman, maukah engkau memberikan tagihan-tagihan serta tongkatmu itu. Aku sangat menyukainya. Jika engkau mau memberikannya, engkau dapat masuk ke dalam istana dan hadir di pestaku.”
Pemungut cukai :”Walaupun saya masih bingung. Karena baginda menginginkannya, saya akan memberikannya kepada baginda. Ini baginda, tagihan-tagihan dan tongkat saya.”
Raja :”Yatman, silahkan bergabung dengan yang lain.”
Semua rakyat yang ada di halaman istana menjadi semakin bingung. Kemudian beberapa orang mencoba dan semuanya gagal.
Karena tidak puas, kemudian Raja berkata kepada rakyatnya.
Raja :”Rakyatku, aku akan mengulangi lagi syarat untuk kalian bisa datang ke pestaku. Yang harus kalian lakukan adalah kalian memperkenalkan nama kalian dan menunjukkan barang yang akan kalian berikan untukku. Seperti ini, perkenalkan nama saya Haryono, saya datang membawa yangko.”
Raja mengambil makanan yangko yang ada di meja dan menunjukkannya kepada semuanya.
Raja :”Barangsiapa yang mau ada dalam pestaku nanti malam, silahkan perkenalkan nama kalian dan benda yang kalian bawa.”
Kamis, 23 April 2009
ADA DALAM TANGAN SIAPA ?
Bola basket dalam tanganku berharga Rp.180.000,-
Bola basket dalam tangan Michael Jordan berharga $33 juta.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Baseball dalam tanganku berharga Rp.60.000,-
Baseball dalam tangan Mark McGuire berharga $19 juta.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Raket tenis tak ada gunanya dalam tanganku.
Raket tenis dalam tangan Venus Williams menghasilkan kemenangan dalam kejuaraan dunia.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Tongkat dalam tanganku untuk menghalau binatang.
Tongkat dalam tangan Musa membelah lautan luas.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Ketapel dalam tanganku merupakan mainan anak-anak.
Ketapel dalam tangan Daud merupakan senjata dasyat.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Kau lihat sekarang, segala sesuatu tergantung ada dalam tangan siapa.
Jadi serahkanlah segala masalahmu, kekhawatiranmu, ketakutanmu, harapan-harapanmu, impian-impianmu, keluargamu, kawan, serta sahabat-sahabatmu dalam tangan Tuhan sebab...
Segala sesuatu tergantung ada dalam tangan siapa.
Pesan ini sekarang ada dalam tanganmu.
Apa yang hendak kau lakukan dengannya ?
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Bola basket dalam tangan Michael Jordan berharga $33 juta.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Baseball dalam tanganku berharga Rp.60.000,-
Baseball dalam tangan Mark McGuire berharga $19 juta.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Raket tenis tak ada gunanya dalam tanganku.
Raket tenis dalam tangan Venus Williams menghasilkan kemenangan dalam kejuaraan dunia.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Tongkat dalam tanganku untuk menghalau binatang.
Tongkat dalam tangan Musa membelah lautan luas.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Ketapel dalam tanganku merupakan mainan anak-anak.
Ketapel dalam tangan Daud merupakan senjata dasyat.
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Kau lihat sekarang, segala sesuatu tergantung ada dalam tangan siapa.
Jadi serahkanlah segala masalahmu, kekhawatiranmu, ketakutanmu, harapan-harapanmu, impian-impianmu, keluargamu, kawan, serta sahabat-sahabatmu dalam tangan Tuhan sebab...
Segala sesuatu tergantung ada dalam tangan siapa.
Pesan ini sekarang ada dalam tanganmu.
Apa yang hendak kau lakukan dengannya ?
Tergantung ada dalam tangan siapa.
Jumat, 10 April 2009
MEMILIH
Ketika Aku berjalan, kutemukan persimpangan jalan. Ku tahu, Ku tak sanggup, Ku tahu Ku tak mampu ke mana Ku harus berjalan. Apakah ke kanan, ataukah ke kiri, ataukah ke depan, atau ku harus kembali. Saat ini, Aku seperti orang buta. Melihat tapi tidak mengetahui yang ada di depanku. Akalku pun tak mampu berpikir. Apakah Aku tidak sedang berpikir sekarang. Berpikir kemana Aku harus berjalan. Apa yang harus kulakukan ? Ku tak tahu, Aku bingung, siapa yang akan membantuku. Aku sendiri di jalan ini, karena ini jalanku. Tak ada siapa-siapa di jalan ini kecuali Aku
Ke mana Aku harus bertanya ? Oh ya, Aku bertanya pada diriku sendiri saja. Ku keluarkan diriku dari dalam diriku. Lalu Aku bertanya ke padanya,”Diriku keluarlah Aku mau bertanya, kemanakah Aku harus berjalan? apakah Aku harus ke kanan, ataukah ke kiri, ataukah ke depan, atau ku harus kembali?”
Diriku pun keluar. Dia hanya tersenyum memandangku lalu mulai berkata,” Diriku, mengapa engkau bertanya kepadaku ? jika engkau tahu diriku adalah dirimu, aku pun tak tahu jawaban dari pertanyaanmu itu.”
Aku berkata ,”Bukankah kau tahu tentang semua hal. Bahkan engkau lebih tahu tentang diriku.”
Dia tersenyum lagi dan berkata,”Aku tahu semua hal tentang dirimu, tapi Aku tak tahu jawaban dari pertanyaanmu. Kau bertanya ke kanan, ataukah ke kiri, ataukah ke depan, atau harus kembali. Ya Aku tak tahu.... Tapi Aku tahu apa yang mesti kamu lakukan. Sekarang tersenyumlah seperti halnya diriku. Nah, engkau sudah tersenyum artinya engkau sudah dapat menjawab dari pertanyaanmu sendiri.”
Aku jadi bingung, apa artinya ya..
Dia tersenyum lagi dan berkata,”Diriku, janganlah bingung. Aku memang tak tahu jawaban dari pertanyaanmu. Tapi Aku hanya bisa berkata kepada satu hal, ingatlah tujuanmu. Apa yang hendak kau cari, atau kau temui, atau kemana tujuanmu. Karena engkau ada di sini karena ada tujuannya. Dan sekarang engkau ada di persimpangan, ingatlah tujuanmu. Karena yang terberat dalam hidup ini adalah MEMILIH.
Aku berkata,”Terima kasih Aku, diriku sekarang tahu apa yang seharusnya kulakukan. Aku akan jalan ke depan saja walaupun Aku tak tahu apa yang ada di depanku. Mungkin Aku bisa saja memilih jalan ke kanan atau kekiri. Aku sama saja tak tahu jalan mana yang harus kupilih. Ini adalah jalanku, aku akan menghadapi semua resiko yang akan terjadi. Karena didepan sana ada tantangan yang harus ku hadapai, sama halnya jalan ke kanan atau ke kiri, semua ada resikonya. Baiklah diriku, terimakasih sudah membantuku, sekarang kembalilah kedalam diriku. Ya, aku tahu tujuanku jadi kembalilah, nanti jika Aku bingung, keluarlah untuk membantuku.”
Aku tersenyum dan berkata,”Baiklah Aku,Aku kembali kedalam. Panggilah diriku kapan pun kau mau.”
Ku lanjutkan perjalananku, walaupun Aku tak tahu yang ada di depanku. Yang ku pegang hanyalah tujuanku mengapa saat ini Aku berjalan.
Ke mana Aku harus bertanya ? Oh ya, Aku bertanya pada diriku sendiri saja. Ku keluarkan diriku dari dalam diriku. Lalu Aku bertanya ke padanya,”Diriku keluarlah Aku mau bertanya, kemanakah Aku harus berjalan? apakah Aku harus ke kanan, ataukah ke kiri, ataukah ke depan, atau ku harus kembali?”
Diriku pun keluar. Dia hanya tersenyum memandangku lalu mulai berkata,” Diriku, mengapa engkau bertanya kepadaku ? jika engkau tahu diriku adalah dirimu, aku pun tak tahu jawaban dari pertanyaanmu itu.”
Aku berkata ,”Bukankah kau tahu tentang semua hal. Bahkan engkau lebih tahu tentang diriku.”
Dia tersenyum lagi dan berkata,”Aku tahu semua hal tentang dirimu, tapi Aku tak tahu jawaban dari pertanyaanmu. Kau bertanya ke kanan, ataukah ke kiri, ataukah ke depan, atau harus kembali. Ya Aku tak tahu.... Tapi Aku tahu apa yang mesti kamu lakukan. Sekarang tersenyumlah seperti halnya diriku. Nah, engkau sudah tersenyum artinya engkau sudah dapat menjawab dari pertanyaanmu sendiri.”
Aku jadi bingung, apa artinya ya..
Dia tersenyum lagi dan berkata,”Diriku, janganlah bingung. Aku memang tak tahu jawaban dari pertanyaanmu. Tapi Aku hanya bisa berkata kepada satu hal, ingatlah tujuanmu. Apa yang hendak kau cari, atau kau temui, atau kemana tujuanmu. Karena engkau ada di sini karena ada tujuannya. Dan sekarang engkau ada di persimpangan, ingatlah tujuanmu. Karena yang terberat dalam hidup ini adalah MEMILIH.
Aku berkata,”Terima kasih Aku, diriku sekarang tahu apa yang seharusnya kulakukan. Aku akan jalan ke depan saja walaupun Aku tak tahu apa yang ada di depanku. Mungkin Aku bisa saja memilih jalan ke kanan atau kekiri. Aku sama saja tak tahu jalan mana yang harus kupilih. Ini adalah jalanku, aku akan menghadapi semua resiko yang akan terjadi. Karena didepan sana ada tantangan yang harus ku hadapai, sama halnya jalan ke kanan atau ke kiri, semua ada resikonya. Baiklah diriku, terimakasih sudah membantuku, sekarang kembalilah kedalam diriku. Ya, aku tahu tujuanku jadi kembalilah, nanti jika Aku bingung, keluarlah untuk membantuku.”
Aku tersenyum dan berkata,”Baiklah Aku,Aku kembali kedalam. Panggilah diriku kapan pun kau mau.”
Ku lanjutkan perjalananku, walaupun Aku tak tahu yang ada di depanku. Yang ku pegang hanyalah tujuanku mengapa saat ini Aku berjalan.
TUJUANKU
Dalam kehidupan ini, ada sesuatu yang mengatur. Percaya atau tidak?!
Walaupun Aku tak tahu siapa sebenarnya yang mengatur. Tapi Aku percaya kepadaNya.
Ketika ku bertanya, mengapa Aku ada di sini. Aku melihat diriku. Aku jadi tahu wajahku, tubuhku, dan diriku.
Lalu Aku melihat sekelilingku, di mana Aku sekarang ini. Ternyata Aku di sebuah tempat yang disebut rumah bersama dengan 2 orang yang sudah tua.
Siapa mereka, mengapa mereka ada di sini bersamaku dan mereka sangat sayang kepadaku.
Kemudian Aku berjalan keluar, semuanya melihat ke arahku dan tersenyum kepadaku. Siapakah mereka? Mereka juga menyapaku.
Ku lihat beberapa ada yang menaiki sesuatu, ada yang beroda dua, tiga, dan empat. Mengapa mereka mempunyainya. Apa aku mempunyainya juga? Aku melihat sekeliling, tidak ada benda yang ku cari itu di dekatku. Aku bertanya kepada 2 orang yang ada di di dalam, apakah Aku juga mempunyai benda yang di naiki orang-orang di luar. Salah satu orang itu menjawab dan mengatakan kalau Aku tidak punya. Aku jadi tahu, Aku tidak punya benda itu. Aku mulai berjalan lagi. Kulihat rumahku dari luar, ternyata susunan dari batu, kayu dan papan. Ku pegang dan kurasakan, ternyata seperti ini rasanya.
Ku lihat seseorang di sebuah tempat yang kurasa sangat indah dan bagus. Aku mendekatinya, tapi Aku segera berhenti. Karena ia menjadi orang yang sangat galak, suka marah-marah kepada orang lain, dahinya mengernyit terus. Sepertinya banyak yang dipikirkannya.
Aku lalu melihat ke dalam rumah, Aku melihat 2 orang tadi sangat rukun, sangat cocok dan saling mengasihi satu sama lain. Mengapa mereka seperti itu, apa yang membuatnya seperti itu. Walaupun rumah mereka hanya dari papan mengapa mereka bahagia. Ku lihat orang-orang di sekelilingku. Bermacam-macam mereka. Ada yang sibuk sendiri, ada yang bersama-sama. Lalu Aku bertanya kepada diriku. Aku ada di mana dan mengapa Aku ada di sini.
Aku bersama dengan 2 orang yang sangat sayang kepadaku, Aku ada di sebuah rumah yang terbuat dari papan dan kayu tapi aku nyaman ketika aku ada di sini. Pohon-pohon di sekelilingku menyejukkan diriku. Orang-orang di sekelilingku selalu tersenyum kepadaku.
Walaupun Aku selalu bertanya di manakah Aku dan mengapa Aku ada di sini. Tapi Aku merasakan sesuatu yang sudah Dia berikan kepadaku. Dia sangat baik kepadaku. Walaupun saat ini Aku di sini bersama orang-orang ini, tapi Aku merasa senang dan damai. Baik Aku akan melakukan tugas-tugasku. Aku akan membantu mereka. Walaupun Aku tak tahu Tujuanku ada di sini. Tapi tidak masalah, nantinya Aku juga akan tahu ketika Aku kembali kepadaNya. Dia akan memberitahu semua Tujuanku ada di sini. Saat ini Aku hanya bisa bersyukur kepadaNya atas semua yang Dia berikan kepadaku dan semua rencana-rencanaNya. Karena Ku tahu rencanaNya adalah yang terbaik dan terindah.
Walaupun Aku tak tahu siapa sebenarnya yang mengatur. Tapi Aku percaya kepadaNya.
Ketika ku bertanya, mengapa Aku ada di sini. Aku melihat diriku. Aku jadi tahu wajahku, tubuhku, dan diriku.
Lalu Aku melihat sekelilingku, di mana Aku sekarang ini. Ternyata Aku di sebuah tempat yang disebut rumah bersama dengan 2 orang yang sudah tua.
Siapa mereka, mengapa mereka ada di sini bersamaku dan mereka sangat sayang kepadaku.
Kemudian Aku berjalan keluar, semuanya melihat ke arahku dan tersenyum kepadaku. Siapakah mereka? Mereka juga menyapaku.
Ku lihat beberapa ada yang menaiki sesuatu, ada yang beroda dua, tiga, dan empat. Mengapa mereka mempunyainya. Apa aku mempunyainya juga? Aku melihat sekeliling, tidak ada benda yang ku cari itu di dekatku. Aku bertanya kepada 2 orang yang ada di di dalam, apakah Aku juga mempunyai benda yang di naiki orang-orang di luar. Salah satu orang itu menjawab dan mengatakan kalau Aku tidak punya. Aku jadi tahu, Aku tidak punya benda itu. Aku mulai berjalan lagi. Kulihat rumahku dari luar, ternyata susunan dari batu, kayu dan papan. Ku pegang dan kurasakan, ternyata seperti ini rasanya.
Ku lihat seseorang di sebuah tempat yang kurasa sangat indah dan bagus. Aku mendekatinya, tapi Aku segera berhenti. Karena ia menjadi orang yang sangat galak, suka marah-marah kepada orang lain, dahinya mengernyit terus. Sepertinya banyak yang dipikirkannya.
Aku lalu melihat ke dalam rumah, Aku melihat 2 orang tadi sangat rukun, sangat cocok dan saling mengasihi satu sama lain. Mengapa mereka seperti itu, apa yang membuatnya seperti itu. Walaupun rumah mereka hanya dari papan mengapa mereka bahagia. Ku lihat orang-orang di sekelilingku. Bermacam-macam mereka. Ada yang sibuk sendiri, ada yang bersama-sama. Lalu Aku bertanya kepada diriku. Aku ada di mana dan mengapa Aku ada di sini.
Aku bersama dengan 2 orang yang sangat sayang kepadaku, Aku ada di sebuah rumah yang terbuat dari papan dan kayu tapi aku nyaman ketika aku ada di sini. Pohon-pohon di sekelilingku menyejukkan diriku. Orang-orang di sekelilingku selalu tersenyum kepadaku.
Walaupun Aku selalu bertanya di manakah Aku dan mengapa Aku ada di sini. Tapi Aku merasakan sesuatu yang sudah Dia berikan kepadaku. Dia sangat baik kepadaku. Walaupun saat ini Aku di sini bersama orang-orang ini, tapi Aku merasa senang dan damai. Baik Aku akan melakukan tugas-tugasku. Aku akan membantu mereka. Walaupun Aku tak tahu Tujuanku ada di sini. Tapi tidak masalah, nantinya Aku juga akan tahu ketika Aku kembali kepadaNya. Dia akan memberitahu semua Tujuanku ada di sini. Saat ini Aku hanya bisa bersyukur kepadaNya atas semua yang Dia berikan kepadaku dan semua rencana-rencanaNya. Karena Ku tahu rencanaNya adalah yang terbaik dan terindah.
Kamis, 12 Maret 2009
Elegi orang tua berambut putih menggapai batas
Menurut pandangan saya dari segi matematika, elegi seorang tua berambut putih menggapai batas adalah suatu pemodelan matematika. Yang disebut dengan Aku dalam elegi ini menurut saya adalah Aku tetapi juga bukan Aku. Aku yang dimaksud adalah Aku melihat diriku yang lain yaitu Aku.Dari sudut pandang matematika, kita misalkan Aku adalah x1. x1 disini menyatakan banyaknya orang tua berambut putih. Saat Aku (orang tua berambut putih) duduk sendiri, maka Aku adalah x1=1.Kemudian ketika orang tua berambut putih yang ke-2 datang (orangtua berambut putih 2 adalah 1), ia menjumpai orang tua berambut putih yang sedang duduk yang tak lain adalah dirinya tetapi bukan Aku. Ia melihat, orang tua berambut putih 1 bertengkar dengan dirinya sendiri. Dapat dituliskan : X2=X1 + 11 disini adalah orangtua berambut putih 2 yang sedang bersama orang tua berambut putih 1.Sehingga : x2 = x1 + 1x2 = 1 + 1x2 = 2Sehingga jumlah orang tua berambut putih sekarang ada 2.Kemudian, orang tua berambut putih 3 (orang tua berambut putih 3 adalah 1) datang, ia menjumpai ada 2 orang tua berambut putih sedang berkelahi dan ia juga melihat dirinya sendiri.Dapat dituliskan : x3=x2 + 11 disini adalah dirinya sendiri yang saat itu bersama 2 orang tua berambut putih. Sehingga : x3 = x2 + 1x3 = 2 + 1x3 = 3Sehingga jumlah orang tua berambut putih ada 3.Sehingga jika orang tua berambut putih n datang, maka ia akan melihat n-1 orang tua berambut putih sedang berkelahi dan dirinya sendiri.
Senin, 09 Maret 2009
REFLEKSI DENGAN FILSAFAT
Berefleksi ibaratnya bercermin, jika seorang berefleksi maka dia akan melihat dirinya sendiri tetapi di tempat yang lain. Apakah perlu manusia bercermin ? Manusia bercermin untuk intropeksi dirinya sendiri. Yang tak lain adalah dirinya di masa lampau. Untuk bisa berintropeksi, manusia perlu tahu tentang dirinya sendiri. Sehingga akan mengetahui apa itu sejatining urip (sejatinya hidup). Seseorang yang telah berintropeksi/bercermin maka dia akan menjadi manusia yang baru. Artinya telah terjadi perubahan dalam dirinya atau yang disebut dengan kedewasaan. Masa lalu itulah yang disebut dengan kenangan. Kenangan sendiri adalah kejadian di masa lalu yang mendewasakan kita. Hari ini adalah kenyataan bahwa kita hidup menghirup udara pagi dan akan melakukan semua yang telah direncanakan. Dan hari esok adalah tantangan yang kita tidak tahu apa yang terjadi di hari esok. Tetapi tantangan tidak hanya hari esok, 1 detik lagi mungkin tantangan bagi kita, 1 menit, 1 jam lagi mungkin tantangan bagi kita.
Seorang pawang gajah melatih menjinakkan gajah ketika gajah tersebut masih kecil. Gajah yang masih kecil itu kemudian dirantai kakinya. Karena kondisinya masih lemah, bayi gajah hanya bisa berjalan sejauh rantai. Biasanya bayi gajah akan mencoba melarikan diri. Namun karena masih kecil dan tenaganya masih lemah, tentu saja kekuatan rantai baja itu tidak bisa dikalahkan. Hal ini dilakukan bertahun-tahun sampai tertanam dalam benak gajah itu bahwa ia tidak akan mampu untuk memutuskan rantai yang mengikat kakinya. Dengan demikian sang pawang bisa membawa gajah diladang atau hutan tanpa kuatir gajah akan melarikan diri.(disadur dari profesional MAXIMING YOUR POTENTIAL).
Hal itulah yang terjadi dalam kehidupan kita. Jika selama ini kita membiarkan kita terbelenggu pada pengalaman masa lalu, tanpa sedikit pun keberanian untuk menyadarinya. Maka jangan salahkan siapa-siapa jika kita tidak mampu untuk melepaskan diri dari penyesalan. Ketika kita terbelenggu pada suatu, teruslah untuk melepaskan diri dari belenggu.
Filsafat artinya mencintai kebijaksanaan. Kebijaksanaan adalah sesuatu yang sangat tinggi nilainya. Seseorang yang kebijaksanaan pasti adalah orang yang telah dewasa. Ia tidak menginginkan kekayaan, wanita, ataupun kenikmatan duniawi. Tetapi ia akan mencari kedamaian hidup. Seseorang yang bijaksana akan dipermuliakan dengan sendirinya karena kebijaksanaannya. Karena kebijaksanaan berasal dari Sang Pencipta. Seperti halnya Raja Salomo yang lebih memilih kebijaksanaan dari pada kenikmatan duniawi. Ia pun dipermuliakan Tuhan dengan menambahkan kekayaan dan kemuliaan.
Jika selama ini kita masih terkurung dalam tembok bayang-bayang diri kita yang lama. Yang tidak mau untuk menerima sesuatu yang baik bagi diri kita. Kita tidak perlu menghancurkan tembok(manusia lama) itu. Tetapi lubangilah tembok itu dan biarkanlah angin kebijaksanaan memasuki ruangan di dalam tembok sehingga kita dapat melihat kebenaran. Sesorang yang terkurung dalam tembok, ia tidak akan mengetahui apa yang ada di luar tembok. Jika ada lubang di tembok, maka kita akan mengetahui sesuatu yang ada di luar tembok. Lubang itu berguna untuk menahan kepalsuan yang mungkin ada di luar tembok. Tetapi jika kebenaran itu ada di luar, biarkanlah ia masuk melalui lubang itu.
Lalu siapakah diri kita ? manusia yang manakah kita ? Alangkah baiknya kita bertanya pada diri kita Who am I.
Seorang pawang gajah melatih menjinakkan gajah ketika gajah tersebut masih kecil. Gajah yang masih kecil itu kemudian dirantai kakinya. Karena kondisinya masih lemah, bayi gajah hanya bisa berjalan sejauh rantai. Biasanya bayi gajah akan mencoba melarikan diri. Namun karena masih kecil dan tenaganya masih lemah, tentu saja kekuatan rantai baja itu tidak bisa dikalahkan. Hal ini dilakukan bertahun-tahun sampai tertanam dalam benak gajah itu bahwa ia tidak akan mampu untuk memutuskan rantai yang mengikat kakinya. Dengan demikian sang pawang bisa membawa gajah diladang atau hutan tanpa kuatir gajah akan melarikan diri.(disadur dari profesional MAXIMING YOUR POTENTIAL).
Hal itulah yang terjadi dalam kehidupan kita. Jika selama ini kita membiarkan kita terbelenggu pada pengalaman masa lalu, tanpa sedikit pun keberanian untuk menyadarinya. Maka jangan salahkan siapa-siapa jika kita tidak mampu untuk melepaskan diri dari penyesalan. Ketika kita terbelenggu pada suatu, teruslah untuk melepaskan diri dari belenggu.
Filsafat artinya mencintai kebijaksanaan. Kebijaksanaan adalah sesuatu yang sangat tinggi nilainya. Seseorang yang kebijaksanaan pasti adalah orang yang telah dewasa. Ia tidak menginginkan kekayaan, wanita, ataupun kenikmatan duniawi. Tetapi ia akan mencari kedamaian hidup. Seseorang yang bijaksana akan dipermuliakan dengan sendirinya karena kebijaksanaannya. Karena kebijaksanaan berasal dari Sang Pencipta. Seperti halnya Raja Salomo yang lebih memilih kebijaksanaan dari pada kenikmatan duniawi. Ia pun dipermuliakan Tuhan dengan menambahkan kekayaan dan kemuliaan.
Jika selama ini kita masih terkurung dalam tembok bayang-bayang diri kita yang lama. Yang tidak mau untuk menerima sesuatu yang baik bagi diri kita. Kita tidak perlu menghancurkan tembok(manusia lama) itu. Tetapi lubangilah tembok itu dan biarkanlah angin kebijaksanaan memasuki ruangan di dalam tembok sehingga kita dapat melihat kebenaran. Sesorang yang terkurung dalam tembok, ia tidak akan mengetahui apa yang ada di luar tembok. Jika ada lubang di tembok, maka kita akan mengetahui sesuatu yang ada di luar tembok. Lubang itu berguna untuk menahan kepalsuan yang mungkin ada di luar tembok. Tetapi jika kebenaran itu ada di luar, biarkanlah ia masuk melalui lubang itu.
Lalu siapakah diri kita ? manusia yang manakah kita ? Alangkah baiknya kita bertanya pada diri kita Who am I.
Langganan:
Postingan (Atom)
