Sang Raja akan mengadakan pesta nanti malam. Raja ingin mengundang rakyatnya sebanyak mungkin. Tetapi, ia tidak bisa mengundang semua rakyatnya, karena tempatnya terbatas. Karena itu, Raja membuat teka-teki sebagai syarat untuk dapat datang di pestanya. Raja kemudian mengumpulkan semua rakyatnya di halaman istana.
Semuanya takut dan bingung, karena tidak biasanya Raja mengundang semua rakyatnya.
Raja kemudian mengambil mikrofon dan mulai berbicara.
Raja :”Wahai rakyatku sekalian..jangan takut dan jangan bingung. Karena alasanku mengundang kalian semua kemari, karena ada berita yang sangat menggembirakan untuk kalian.”
Rakyat yang tadinya bingung dan ketakutan, kini wajahnya menjadi ceria. Tetapi mereka masih bingung, berita menggembirakan apa yang membuat Raja mengundang semuanya kemari.
Raja :”Berita menggembirakan itu adalah aku akan mengadakan pesta nanti malam. Semua yang datang pasti puas. Aku ingin mengundang kalian semua. Tetapi karena tempatnya yang terbatas, aku hanya bisa mengundang beberapa saja dari kalian. Karena itu, aku mempunyai teka-teki untuk kalian, sebagai tiket untuk datang ke pestaku.”
Saudagar kaya :” Apa yang raja inginkan? Aku pasti dapat memberikannya apa yang baginda inginkan.”
Filsuf :”Iya raja..apa yang baginda inginkan pasti kulakukan.”
Pedagang, pemungut cukai, tukang besi, tukang-tukangan pun tidak mau kalah untuk mempromosikan diri mereka.
Suasana pun menjadi ramai. Raja kemudian mulai berbicara dan rakyatpun menjadi tenang.
Raja :”Baik, sekarang dengarkan. Seperti yang aku katakan tadi, bagi yang ingin ada dalam pestaku, maka harus membawakan kepadaku sesuatu yang aku inginkan. Nanti aku sendiri yang memutuskan apa kah kalian bisa ada di pestaku atau tidak. Aku meminta kalian nanti menyebutkan nama kalian dan benda yang kalian bawa. Begini contohnya, namaku Haryono, saya datang membawa rokok.”
Raja kemudian mengambil rokok dari saku perdana menteri dan menunjukkannya kepada semuanya.
Raja :”Aku mulai dari sekarang, datanglah kemari dan bawakan kepadaku sesuatu yang kuinginkan. Perdana menteri, tugasmu mencatat nama mereka dan barang yang mereka bawa.”
Perdana menteri :”Baik paduka.”
Rakyat pun saling berlarian membawakan barang yang mereka pikirkan untuk diserahkan kapada raja.
Tak berapa lama, datanglah orang-orang membawa suatu benda.
Saudagar kaya :”Perkenalkan baginda, nama saya Messif. Saya dayang membawa tembakau dari Indonesia yang kualitasnya no. 1”
Raja :”Maaf Messif, aku tidak suka tembakau. Jadi kamu tidak boleh masuk. Cobalah kamu membawakan kepadaku sesuatu yang lain.”
Saudagar kaya pergi dengan wajah yang bingung.
Tukang besi :”Perkenalkan baginda, nama saya Rahmat. Saya datang membawa asbak emas ini. Asbak ini nantinya untuk membuang abu rokok baginda.”
Raja :”Maaf Rahmat, aku tidak merokok. Jadi kamu tidak boleh masuk. Cobalah kamu membawakan kepadaku sesuatu yang lain.”
Tukang besi juga pergi dengan wajah yang bingung. Kemudian datanglah yang lain.
Kakek-kakek :”Baginda, maafkan saya jika saya tidak pantas bertemu dengan baginda.”
Raja :”Kakek, aku tidak membedakan siapapun. Siapa saja yang dapat membawakan sesuatu yang kuinginkan, maka ia dapat datang ke pestaku.”
Kakek-kakek :”Terima kasih baginda, nama saya Padmo. Saya datang membawa dokar saya. Karena hanya dokar ini yang saya punyai.”
Raja :”Selamat kakek, kakek yang pertama bisa datang ke pestaku. Silahkan masuk ke dalam istana.”
Rakyat yang ada di halaman istana menjadi bingung. Mengapa kakek-kakek tadi diperbolehkan masuk. Padahal ia membawa dokar yang tidak ada hubungannya dengan rokok.
Beberapa orang mencoba lagi, tetapi mereka semua gagal. Kemudian datanglah Ibu-Ibu.
Ibu-ibu :”Baginda, perkenalkan nama saya Yatmi. Saya datang membawa telur.”
Raja :”Ibu, saya sangat suka telur. Anda boleh masuk ke dalam istana.”
Rakyat yang ada di halaman istana kembali bingung.
Kemudian datanglah pemungut cukai.
Pemungut cukai:”Baginda, perkenalkan nama saya Yatman, saya datng membawa uang. Semua uang ini untuk baginda.”
Raja :”Maaf Yatman, aku tidak suka uangmu. Diriku sudah berkecukupan, jadi aku tidak mau uang-uangmu. Jadi silahkan membawa sesuatu yang lain.”
Pemungut cukai:”Maafkan saya baginda. Saya tidak mengerti yang baginda inginkan. Yang saya punya hanya uang-uang ini dan tagihan-tagihan serta tongkat ini.”
Raja :”Yatman, maukah engkau memberikan tagihan-tagihan serta tongkatmu itu. Aku sangat menyukainya. Jika engkau mau memberikannya, engkau dapat masuk ke dalam istana dan hadir di pestaku.”
Pemungut cukai :”Walaupun saya masih bingung. Karena baginda menginginkannya, saya akan memberikannya kepada baginda. Ini baginda, tagihan-tagihan dan tongkat saya.”
Raja :”Yatman, silahkan bergabung dengan yang lain.”
Semua rakyat yang ada di halaman istana menjadi semakin bingung. Kemudian beberapa orang mencoba dan semuanya gagal.
Karena tidak puas, kemudian Raja berkata kepada rakyatnya.
Raja :”Rakyatku, aku akan mengulangi lagi syarat untuk kalian bisa datang ke pestaku. Yang harus kalian lakukan adalah kalian memperkenalkan nama kalian dan menunjukkan barang yang akan kalian berikan untukku. Seperti ini, perkenalkan nama saya Haryono, saya datang membawa yangko.”
Raja mengambil makanan yangko yang ada di meja dan menunjukkannya kepada semuanya.
Raja :”Barangsiapa yang mau ada dalam pestaku nanti malam, silahkan perkenalkan nama kalian dan benda yang kalian bawa.”
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Saya menghargai usaha anda dalam menggapai logos anda
BalasHapus