Segi empat datang ke rumah Pak RT dengan sedih. Ia ingin mendaftarkan C1-nya.
Segi empat : ”Selamat sore Pak RT, maaf saya mengganggu. Saya datang ke sini mau mendaftarkan C1 saya.”
Pak RT : ”Iya, mari silakan masuk segi empat. Ada yang bisa saya bantu Segi empat, sepertinya anda sedang bersedih?”
Segi empat : ” Pak RT, saya sedih karena banyak orang yang salah mengerti tentang saya. Aku merasa diriku ini bukan lagi menjadi diriku.”
Pak RT : ”Sebentar Segi empat, aku meminta engkau menjelaskan dulu kata- katamu barusan.”
Segi empat : ”Pak RT, tadi aku mendengar anak-anak ketika ditanya seseorang tentang segi empat itu seperti apa. Anak-anak banyak yang menjawab persegi atau persegi panjang. Aku sedih, mengapa mereka banyak yang tidak mengenal aku. Aku seperti sudah tidak ada gunanya lagi.”
Pak RT :”Oo.. itu yang membuatmu sedih. Lalu apa keluhanmu datang ke sini?”
Segi empat :”Begini Pak RT, aku ingin mendaftarkan C1 keluarga saya. Agar saya mempunyai hak bahwa saya ya adalah saya.”
Pak RT :”Baik, coba saya lihat formulir pendaftaran C1 sambil saya periksa bila ada kesalahan. Nama kepala keluarga Segi empat. Alamat Jalan Geometri No. 18. Nama Anak Trapezoid, Parallelogram, dan Layang-Layang. Anak- anak anda itu terkenal semua ya segi empat. Saya agak sulit membedakan Trapezoid yang mana, Parallelogram yang mana dan Layang-Layang yang mana. Saya kemarin bertemu dengan salah satu anak anda tetapi saya salah memanggilnya.”
Segi empat :”Bapak ternyata juga belum tahu anak-anak saya. Trapezoid itu yang mirip seperti saya yang sepasang sisi berhadapan saling sejajar. Kalau Parallelogram itu juga mirip saya yang pasangan sisi-sisi berhadapan saling sejajar. Yang paling kecil itu, layang-layang. Dia juga mirip saya yang salah satu diagonalnya berhimpit dengan sumbu diagonal yang lain.”
Pak RT :”Iya, kemarin saya salah memanggil Trapezoid dengan Parallelogram. Maaf ya Segi empat!”
Segi empat : ”Iya tidak apa-apa Pak RT.”
Pak RT :” Lalu Trapezoid sama kaki, Trapezoid siku-siku, Rectangle, Rhombus, Square ini siapa segi empat ?”
Segi empat :”Itu cucu dan cicit saya.”
Pak RT :”Yang mana yang cucu anda dan yang mana cicit anda Segi empat.”
Segi empat :” Trapezoid sama kaki, Trapezoid siku-siku, Rectangle, Rhombus cucu saya dan Square itu cicit saya.”
Pak RT :” Yang Trapezoid sama kaki itu yang pasangan sisi yang tidak sejajar saling kongruen ya segi empat. Lalu yang siku-siku itu yang mana?
Segi empat :”Yang salah satu sudutnya adalah sudut siku-siku Pak RT.”
Pak R :”Trapezoid sama kaki itu anaknya siapa segi empat.”
Segi empat :”Anaknya Trapezoid Pak RT. Trapezoid mempunyai dua anak yaitu Trapezoid sama kaki dan Trapezoid siku-siku.”
Pak RT :”Lalu yang Rectangle itu anak siapa segi empat?”
Segi empat :”Rectangle cucu saya dari Parallelogram. Saudaranya yang satu adalah Rhombus.”
Pak RT :”Maaf segi empat, kalau Rectanglle dan Rhombus itu yang mana ya?”
Segi empat :” Rectangle itu mirip sama ayahnya tetapi salah satu sudutnya siku-siku. Sedangkan Rhombus itu yang sepasang sisi-sisi yang berdekatan saling kongruen.”
Pak RT :”Jadi Squre yang cicitnya ya segi empat. Yang mirip Bapaknya yaitu Rectangle yang sepasang sisi berdekatan saling kongruen ya Segi empat?”
Segi empat :”Iya Pak RT. Itu semua keluarga saya. Saya ingin mereka semua tahu siapa saya dan keluarga saya. Sehingga yang mereka tahu tidak hanya anak dan cucu saya.
Pak RT :” Baik Segi empat, saya mengerti perasaaan anda. Formulir ini saya bawa. Besok baru bisa saya sampaikan ke kelurahan. Nanti bila sudah jadi C1nya, nanti saya sampaikan kepada anda.
Segi empat :”Terima kasih Pak RT. Saya jadi lega sekarang.”
Pak RT :”Sama-sama Segi empat. Tetapi sebelumnya saya juga meminta maaf jika saya tadi juga tidak tahu nama anak-anak dan cucu-cucu anda. Dengan penjelasan anda tadi, saya sekarang menjadi tahu.”
Segi empat :” Iya tidak apa-apa Pak RT. Saya memaklumi anda. Karena sudah hampir malam, saya permisi dulu Pak RT.”
Pak RT :”Iya segi empat, hati-hati di jalan.”
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar